DMI Usulkan Masjid Al Abror Masuk Cagar Budaya





Fakta sejarah dan keindahan arsitektur Masjid Al Abror menarik perhatian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya. Karenanya, DMI mengusulkan agar masjid yang terletak di Kampung Simolawang tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya (heritage).
 
“Saya kira sangat layak masuk cagar budaya Surabaya,” tegas Ketua DMI Kota Surabaya H. Arif Afandi saat berkunjung ke Masjid Al Abror, Minggu (17/4/2016) sore.
Arif Afandi mengaku kagum dengan desain masjid Al Abror. Apalagi lokasinya tepat di tengah kampung padat huni. Juga dengan bangunan dan karakternya yang masih utuh

Ketua DMI Kota Surabaya H. Arif Afandi



“Faktor kesejarahannya itu sangat penting untuk melihat masjid ini. Saya kira, Pemerintah Kota Surabaya bisa menetapkan Maasjid Al Abror sebagai daftar bangunan baru cagar budaya,” tutur mantan wakil wali kota Surabaya tersebut.  

Dalam kesempatan itu, Arif Afandi menyempatkan diri melihat sekeliling dan shalat jamaah Maghrib dan berdialog dengan para pengurus Takmir Masjid Al Abror.
Untuk diketahui, Masjid Al Abror berdiri tahun 1890. Luasanya 3.600 meter persegi.  Masjid ini mengalami pembangunan pada tahun 1952 sampai 1977. Seluruhpembiayaan pembangunannya dari partipsipasi jamaah.

Di masa sebelum kemerdekaan, Masjid Al Abror merupakan salah satu tempat kegiatan-kegiatan keagamaan. Tak salah bila banyak ulama dan tokoh nasional pernah menginjakkan kakinya ke masjid ini. Di antaranya KH Hazim Muzadi (saat itu ketua PBNU), KH Asrori Al Ishaqi (saat itu Pengasuh Ponpes Al Fithrah), KH Zainuddin MZ (dai sejuta umat), H. Muammar ZA (qori internasional), H. Syatibi (anggota DPR RI), Irjen Pol Anton Bahrul Alam (Kapolda Jatim dan Humas  Mabes Polri), dan masih banyak lagi. (qin) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DMI Usulkan Masjid Al Abror Masuk Cagar Budaya"

Posting Komentar