Meriahnya Lomba Menulis di Masjid Al Abror

Pelaksanaan lomba menulis “Surat untuk Ibu” di Masdjid Al Abror Simolawang Surabaya. foto: bagoes/majalah sy’iar


Lomba menulis “Surat untuk Ibu” di Masjid Al Abror Simolawang, Surabaya, Sabtu (24/1/2016), berlangsung meriah. Sebanyak 170 peserta memeriahkan kompetisi yang dilaksanakan untuk memperingati penerbitan ke-50 (Gold Edition) Majalah Sy’iar tersebut.

Sejak pagi, ratusan peserta memadati pelataran salah satu masjid tertua di Surabaya itu. Peserta yang berasal dari sekolah dasar (SD) sederajat dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat, sibuk mengantre di tempat registrasi yang disediakan panitia. Bahkan, tak sedikit siswa yang selonjoran di masjid menunggu pengambilan nomer peserta.

Dalam pengambilan nomor peserta, panitia sampai kehabisan stok nomer peserta lantaran banyak yang mendaftar diri beberapa jam jelang pelaksanaan lomba.

 “Ini melebihi target yang kami harapkan,” cetus Rokib, sekretaris panitia lomba.
Ia lalu mengungkapkan, pihaknya mengaku tidak menyebar banyak brosur untuk mempromosikan kegiatan ini. Sebab, sebelumnya sudah banyak sekolah yang berminat dan memastikan mengirimkan peserta.

Panitia dan Pengurus masjid Al Abror Simolawang, foto : Bagoes/majalah syi'ar
 “Kami memperhitungkan kapasitas tempatnya jika peserta benar-benar membludak,” ujar pria yang juga jurnalis tersebut.
Ketua Takmir Masjid Al Abror H. Sofwan Ishaq dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. 

“Kami sangat mendukung kegiatan ini yang diadakan pertama kali di Masjid Al Abror,” tuturnya.

Sofwan menyatakan bangga melihat anak-anak bisa menuliskan surat untuk ibu. Menurut dia, lomba ini tidak sekadar memilih pemenang. Namun yang lebih penting bisa merekatkan hati anak kepada ibunya. 

“Saya tak bisa membayangkan kalau anak-anak ini melukiskan perasaan yang terdalam kepada ibunya,” ucap dia.

Achmad Harun, ketua panitia, menjelaskan jika lomba ini sebagai bagian dari upaya untuk menumbuhsuburkan budaya menulis, khususnya di kalangan pelajar. 

“Kita mendorong agar para pelajar bisa gemar membaca dan menulis. Karena aktivitas itu sangat besar untuk pengembangan diri,” tegasnya. 

Tepat pukul 09.45 WIB, lomba menulis dimulai. Ini setelah Ketua Takmir Sofwan Ishaq menghitung mundur dari angka lima hingga satu, lalu terdengar bunyi sirine. Anak-anak pun langsung menggoreskan alat tulis ke lembar kertas yang disediakan panitia. Suasana hening. Enam pengawas hilir mudik. Para guru dan orang tua ikut menyaksikan di luar arena lomba.    

ATURAN KETAT
Lomba menulis “Surat untuk Ibu” ini memberlakukan peraturan yang ketat. Para peserta dilarang membawa handphone dan contekan dalam bentuk apapun. Jika panitia mengetahui akan mendapat peringatan. Hingga sampai tiga kali peringatan, peserta akan didiskualifikasi.
Ketua Dewan Juri HM Zainal Arifin mengatakan, lomba ini memilih pememang yang memenuhi empat kriteria. Yakni, kesesuaian tema, alur penulisan, tata bahasa dan ejaan, dan format penulisan.

“Yang penting lagi, peserta harus memamhami format menulis surat,” ujar pria yang juga pemimpin redaksi Majalah Syi’ar tersebut. Selain dia, juri lomba ini juga melibatkan Muniroh, wartawan Jawa Pos, dan Agus Wahyudi, jurnalis senior dan mantan pemimpin redaksi Radar Surabaya.


HM. Zainal menambahkan, lomba ini selaras dengan visi dan misi Majalah Syi’ar Masjid Al Abror Simolawang, Surabaya. Dimana Majalah Syi’ar merupakan media dakwah yang ikut membangun budaya literasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tepat pukul 11.00 WIB, seluruh peserta mengumpulkan naskah yang telah ditulis. Dari hasil penilaian juri, terpilih enam pemenang untuk kelompok SD sederajat dan enam pemenang  kelompok SMP Sederajat. (solichin al rasyid)


GALERI POTO LOMBA MENULIS


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meriahnya Lomba Menulis di Masjid Al Abror"

Posting Komentar